Assalamu'alaikum.... Selamat datang...

Sabtu, 18 Juni 2011

Aneka Resep Mie Tek Tek

Sudah hampir setahun yang lalu merasakan mak nyussnya mie yang biasa kami santap ketika mudik ke Demak, kok akhir-akhir ini jadi kepengen nyoba bikin sendiri. berhubung masih amatir, ada baiknya jika dikumpulkan dulu resep-resepnya. Tinggal dipilih mana yang paling mudah, dan segera dicoba untuk mengobati kerinduan akan masakan tersebut. Di sinilah tempat saya menyimpan hasil pencarian saya melalui mister google yang telah berbaik hati menunjukkan letak resep-resep yang bertebaran di berbagai link.

I. RESEP MASAKAN MI TEK TEK

Bahan:

200 gr mi telur
3 sdm minyak goreng
2 butir telur
50 gr kol, iris halus
50 gr sawi hijau, potong kasar
100 gr dada ayam tanpa tulang, rebus dan suwir-suwir
750 ml air
1 buah tomat, potong jadi 6 bagian
3 buah cabai rawit, gerus kasar
Garam, kecap manis dan bumbu kaldu padat secukupnya
1 batang daun bawang, iris halus
Cabai rawit utuh secukupnya
Kerupuk kanji atau kerupuk udang secukupnya

Bumbu Halus:

5 siung bawang merah
2 siung bawang putih
2 butir kemiri
1 sdt merica butir

Cara Membuat Resep Masakan Mi Tek Tek:

1. Didihkan air secukupnya, rebus mi hingga setengah matang, angkat, tiriskan
2. Panaskan 1 sdm minyak goreng goreng telur secara orak arik, angkat, sisihkan
3. Panaskan 2 sdm minyak, tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan kol, sawi hijau, ayam suwir, telur orak-arik. Aduk-aduk hingga sayuran layu. Beri air, tomat, cabai rawit, garamm kecap manis, bumbu kaldu padat secukupnya. Masak hingga mendidih.
4. Terakhir masukkan mi, masak hingga mi matang, angkat.
5. Hidangkan panas-panas dengan ditaburi daun bawang, cabai rawit utuh, kerupuk.

Hasil: 3-4 porsi
Sumber info: www.resepmasakanmu.com

II. RESEP MI GORENG TEK TEK


Bahan:
2 sdm minyak sayur
1 batang daun bawang, potong 1 cm
100 g udang kupas ukuran kecil
6 butir bakso sapi, iris tipis
100 g daun kol, iris kasar
100 g sawi hijau, potong 3 cm
2 sdm kecap manis
50 ml air
250 g mie telur kering , seduh air mendidih hingga lunak, tiriskan
2 butir telur ayam, buat orak-arik

Taburan:
3 sdm bawang merah goreng
1 sdm daun seledri cincang

Haluskan:
3 siung bawang putih
2 butir bawang merah
2 butir kemiri
1 sdt garam

Cara membuat:
# Panaskan minyak, tumis bumbu halus dan daun bawang hingga harum dan layu.
# Tambahkan udang kupas, aduk hingga berwarna merah.
# Masukkan bakso sapi, aduk hingga kaku.
# Masukkan kol, sawi, kecap manis, dan air. Aduk hingga layu.
# Tambahkan mie dan orak-arik telur. Aduk hingga rata dan agak kering.
# Angkat. Taburi bawang merah goring dan seledri.
# Sajikan hangat bersama acara mentimun dan kerupuk kanji.

Untuk 4 orang
Sumber info: www.resep.web.id

III. Mie Tek Tek SEAFOOD

Bahan :

* 200 gr mi basah
* 150 gr udang (pilih ukuran sedang), kupas, buang ekornya, cuci bersih
* 150 gr daging ikan kakap, iris tipis persegi kecil
* 200 gr cumi, cuci bersih sampai putih, iris bulat tipis
* 2 sdm air jeruk nipis
* 1 sdt garam halus
* minyak goreng, untuk menumis
* 1 sdm mentega
* 2 sdm saus tiram
* 1 sdm kecap asin
* 50 gr paprika merah, buang bijinya, iris tipis panjang
* 2 batang daun bawang, iris serong 1 cm
* 50 gr taoge, buang akarnya (pilih taoge besar)
* 50 gr kapri, buang ujung-ujungnya

Bumbu (dihaluskan) :

* 10 butir merica bulat
* 4 siung bawang putih
* 4 butir bawang merah
* 2 butir kemiri, sangrai
* 1/2 sdt garam

Cara membuat :

1. Seduh mi basah, tiriskan. Lumuri udang, ikan, dan cumi dengan 1 sdm air jeruk nipis dan sedikit garam, ratakan. Diamkan (dalam lemari es) selama kurang lebih 15 menit.
2. Panaskan 2 sdm minyak, 1 sdm mentega, tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan udang, cumi, dan daging ikan, aduk hingga seafood berubah warna. Tambahkan saus tiram dan kecap asin, aduk.
3. Masukkan mi basah, aduk hingga tercampur rata. Masukkan juga paprika merah, daun bawang, taoge, dan kapri. Aduk hingga tercampur rata, dan bumbu meresap.
4. Angkat, hidangkan panas dengan pelengkap acar segar dan kerupuk kanji.

Sumber info: www.foods-recipe.com

IV. Resep Mie Tek-tek INSTAN

Bahan :

* mie instan rasa ayam bawang 1 bungkus
* kol, sesuai selera, potong-potong kecil2
* daging ayam
* bawang merah 1 siung, cincang halus
* bawang putih 1 siung, digeprak
* daun bawang , dirajang kecil2
* tomat
* merica bubuk
* telur ayam
* kecap ikan, kurang lebih 2sdm
* penyedap rasa/garam
* minyak goreng kurang lbh 1 sdm
* air panas kurang lebih 3 gelas

Caranya :

1. masukan minyak goreng, tumis bawang merah, bawang putih, sampai harum, masukkan minyak dari mie instan, masukan air panas, setelah mendidih masukan ayam, rebus sampai matang, angkat ayam, suwir2, kemudian masukan lagi ke dalam wajan, rebus kembali sampai benar-benar matang, kalo airnya meresap, boleh ditambah.
2. masukan telur, aduk - aduk, masukan mie, kol, tomat, daun bawang dan semua bumbu - bumbu..
3. biarkan masak (jangan terlalu lembek)
4. hidangkan di atas mangkuk, beri taburan bawang goreng..

Sumber info: www.kaskus.us

Nah... kalau sudah begini, tinggal pilih mana yang mau dicoba. Resep aman, nggak bakal sobek, keselip, atau hilang, sehingga nggak perlu bingung nyari-nyari lagi. Mantab, dah.....

Selasa, 14 Juni 2011

TRAGIS.... Bangsa yang Sakit

Baru baca, peristiwa tragis yang menggambarkan betapa bangsa ini sedang mengalami penyakit yang mulai kronis. Jika di masyarakatnya saja tatanan normatif sudah hancur lebur, bagaimana dengan masa depan bangsa ini? Mengerikan..... :(

Ny Siami, Si Jujur yang Malah Ajur

* Jumat, 10 Juni 2011 | 07:18 WIB


SURABAYA | SURYA - Ny Siami tak pernah membayangkan niat tulus mengajarkan kejujuran kepada anaknya malah menuai petaka. Warga Jl Gadel Sari Barat, Kecamatan Tandes, Surabaya itu diusir ratusan warga setelah ia melaporkan guru SDN Gadel 2 yang memaksa anaknya, Al, memberikan contekan kepada teman-temannya saat Unas pada 10-12 Mei 2011 lalu. Bertindak jujur malah ajur!

Teriakan “Usir, usir…tak punya hati nurani” terus menggema di Balai RW 02 Kelurahan Gadel, Kecamatan Tandes, Surabaya, Kamis (9/6) siang. Ratusan orang menuntut Ny Siami meninggalkan kampung. Sementara wanita berkerudung biru di depan kerumunan warga itu hanya bisa menangis pilu. Suara permintaan maaf Siami yang diucapkan dengan bantuan pengeras suara nyaris tak terdengar di tengah gemuruh suara massa yang melontarkan hujatan dan caci maki.

Keluarga Siami dituding telah mencemarkan nama baik sekolah dan kampung. Setidaknya empat kali, warga menggelar aksi unjuk rasa, menghujat tindakan Siami. Puncaknya terjadi pada Kamis siang kemarin. Lebih dari 100 warga Kampung Gadel Sari dan wali murid SDN Gadel 2 meminta keluarga penjahit itu enyah dari kampungnya.

Padahal, agenda pertemuan tersebut sebenarnya mediasi antara warga dan wali murid dengan Siami. Namun, rembukan yang difasilitasi Muspika (Musyarah Pimpinan Kecamatan Tandes) itu malah berbuah pengusiran. Mediasi itu sendiri digelar untuk menuruti tuntutan warga agar keluarga Siami minta maaf di hadapan warga dan wali murid.

Siami dituding sok pahlawan setelah melaporkan wali kelas anaknya, yang diduga merancang kerjasama contek-mencontek dengan menggunakan anaknya sebagai sumber contekan.

Sebelumnya, Siami mengatakan, dirinya baru mengetahui kasus itu pada 16 Mei lalu atau empat hari setelah Unas selesai. Itu pun karena diberi tahu wali murid lainnya, yang mendapat informasi dari anak-anak mereka bahwa Al, anaknya, diplot memberikan contekan. Al sendiri sebelumnya tidak pernah menceritakan ‘taktik kotor’ itu. Namun, akhirnya sambil menangis, Al, mengaku. Ia bercerita sejak tiga bulan sebelum Unas sudah dipaksa gurunya agar mau memberi contekan kepada seluruh siswa kelas 6. Setelah Al akhirnya mau, oknum guru itu diduga menggelar simulasi tentang bagaimana caranya memberikan contekan.

Siami kemudian menemui kepala sekolah. Dalam pertemuan itu, kepala sekolah hanya menyampaikan permohonan maaf. Ini tidak memuaskan Siami. Dia penasaran, apakah skenario contek-mencontek itu memang didesain pihak sekolah, atau hanya dilakukan secara pribadi oleh guru kelas VI.

Setelah itu, dia mengadu pada Komite Sekolah, namun tidak mendapat respons memuaskan, sehingga akhirnya dia melaporkan masalah ini ke Dinas Pendidikan serta berbicara kepada media, sehingga kasus itu menjadi perhatian publik.

Dan perkembangan selanjutnya, warga dan wali murid malah menyalahkan Siami dan puncaknya adalah aksi pengusiran terhadap Siami pada Kamis kemarin. Situasi panas sebenarnya sudah terasa sehari menjelang pertemuan. Hari Rabu (8/6), warga sudah lebih dulu menggeruduk rumah Siami di Jl Gadel Sari Barat.

Demo itu mendesak Ny Siami meminta maaf secara terbuka. Namun, Siami berjanji menyampaikannya, Kamis.

Pertemuan juga dihadiri Ketua Tim Independen, Prof Daniel M Rosyid, Ketua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dindik Tandes, Dakah Wahyudi, Komite Sekolah, dan sejumlah anggota DPRD Kota Surabaya. Satu jam menjelang mediasi, sudah banyak massa terkonsentrasi di beberapa gang.

Pukul 09.00 WIB, tampak Ny Siami ditemani kakak dan suaminya, Widodo dan Saki Edi Purnomo mendatangi Balai RW. Mereka berjalan kaki karena jarak rumah dengan balai pertemuan ini sekitar 100 meter. Massa yang sudah menyemut di sekitar balai RW langsung menghujat keluarga Siami.

Mereka langsung mengepung keluarga ini. Beberapa polisi yang sebelumnya memang bersiaga langsung bertindak. Mereka melindungi keluarga ini untuk menuju ruang Balai RW. Warga kian menyemut dan terus memadati balai pertemuan. Ratusan warga terus merangsek. Salah satu ibu nekat menerobos. Namun, karena yang diizinkan masuk adalah perwakilan warga, perempuan ini harus digelandang keluar oleh petugas.

Mediasi diawali dengan mendengarkan pernyataan Kepala UPT Tandes, Dakah Wahyudi. Ia menyatakan bahwa seluruh kelas VI SDN Gadel 2 tidak akan kena sanksi mengulang Unas. Ucapan Dakah sedikit membuat warga tenang. Namun, situasi kembali memanas. Apalagi Ny Siami tidak segera diberi kesempatan menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

Kemudian warga diminta kembali mendengarkan paparan yang disampaikan Prof Daniel Rosyid. Ketua tim independen pencari fakta bentukan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ini berusaha menyejukkan warga dengan menyebut dirinya asli Solo. Dikatakan bahwa Solo, Surabaya adalah juga Indonesia, sehingga setiap warga tidak berhak mengusir warga Indonesia.

Kemudian dia berusaha berdialog santai dengan warga. Ada salah satu warga menyeletuk. “Kalau kita dikatakan menyontek massal. Lantas, kenapa saat menyontek pengawas membiarkannya,” ucap salah satu ibu yang mendapat tepukan meriah warga lain.

Warga juga menyatakan bahwa menyontek sudah terjadi di mana-mana dan wajar dilakukan siswa agar bisa lulus. Mendengar hal ini, Daniel kemudian memperingatkan bahwa perbuatan menyontek adalah budaya buruk. Di masyarakat manapun, perbuatan curang dan tidak jujur ini tidak bisa ditoleransi.

”Menyontek adalah awal dari korupsi. Jika perbuatan curang ini sudah dianggap biasa, maka ini akan membuka perilaku yang lebih menghancurkan masyarakat. Tentu tidak ada yang mau demikian,” sindir Daniel.

Kemudian mediasi dilanjutkan dengan menghadirkan Kepala SDN Gadel 2, Sukatman. Akibat kasus contekan massal di sekolahnya, Sukatman dan dua guru kelas VI dicopot. Sukatman menyampaikan permintaan maaf kepada wali murid.

Namun wali murid menyambut dengan teriakan bahwa Sukatman tidak salah. Yang dianggap salah adalah keluarga Siami karena membesar-besarkan masalah. Warga pun kembali berteriak “usir… usir”. Namun warga mulai tenang karena Sukatman tempak menghampiri Ny Siami dan suaminya. Mantan Kasek ini langsung meraih tangan ibunda Al dan saling meminta maaf. Namun, setelah itu warga kembali riuh rendah.

Setelah Siami diberi kesempatan berbicara, keributan langsung pecah. Suara massa di luar balai RW terus membahana, menghujat keluarga Siami. Padahal saat itu, Siami sedang menyiapkan mental dengan berdiri di hadapan warga.

Meski sudah berusaha tegar, namun ibu dua anak ini mulai lemah. Dia tampak berdiri merunduk sementara kedua matanya sudah mengeluarkan air mata. “Saya minta maaf kepada semua warga…” ucap Siami yang tak sanggup lagi meneruskan kalimatnya.

Namun, sang suami terus membimbing, membuat perempuan ini kembali melanjutkan pernyataan maaf. Namun, suasana kian ricuh karena massa terus berteriak “usir”. Baik petugas polisi dan tokoh masyarakat berusaha menenangkan situasi. Baru kemudian kembali terdengar suara Siami.

Dengan tangan gemetar dan ketegaran yang dipaksakan, Siami kembali berucap, “Saya tidak menyangka permasalahan akan seperti ini. Saya hanya ingin kejujuran ada pada anak saya. Saya sebelumnya sudah berusaha menyelesaikan persoalan dengan baik-baik.”

Pernyataan tulus Siami tidak juga membuat massa tenang, sampai akhirnya polisi memutuskan untuk mengevakuasi Siami dan keluarganya. Siami diarahkan ke mobil polisi dengan pengamanan pagar betis. Namun massa tetap berusaha merangsek, ingin meraih tubuh Siami. Sejumlah warga bahkan sempat menarik-narik kerudung Siami hingga hampir terlepas. Siami akhirnya berhasil diamankan ke Mapolsek Tandes.

Baik Ny Siami dan suaminya enggan memberi komentar usai kericuhan. Namun, kakak kandung Siami, Saki, mengakui bahwa adiknya saat ini dalam tekanan yang luar biasa. “Dia tak tahan lagi dengan tekanan warga. Sampai tidak mau makan hari-hari ini. Nanti kami akan merasa tenang jika di Gresik,” kata Saki. Benjeng, Gresik adalah daerah asal Siami. Saat ini Al, anak Siami yang dipaksa memberi contekan, juga diungsikan ke Benjeng setelah rumahnya beberapa kali didemo warga.

Sementara itu, Ny Leni, perwakilan warga menyatakan bahwa pihaknya masih akan terus menuntut agar tiga guru yang dicopot tetap mengajar di SDN Gadel 2 dan menuntut Siami bertanggung jawab.

Budaya sakit

Prof Daniel M Rosyid yang juga Penasihat Dewan Pendidikan Jatim, menyesalkan tindakan warga Gadel yang berencana mengusir keluarga Siami, ibunda Al. “Tuntutan warga untuk mengusir keluarga Al tidak masuk akal. Itu tidak bisa dituruti,” katanya.

Daniel menilai tuntutan warga tersebut sudah tidak rasional. Perbuatan benar yang dilakukan ibu Al, Siami, dinilai warga justru malah salah. Tindakan menyontek rupanya sudah mengakar dan menjadi kebiasaan bahkan budaya di masyarakat. “Warga ternyata sakit,” katanya.

Lagi pula Kepala Sekolah Sukatman dan dua guru kelas VI, Fatkhur Rohman dan Prayitno, sudah legowo dan menerima keputusan sanksi yang diberikan. “Saya kira ini kalau dibiarkan masyarakat akan sakit terus. Orang jujur malah ajur, ini harus kita cegah,” papar Daniel.

Sebelumnya, hasil tim independen pimpinan Daniel Rosyid menyampaikan temuannya bahwa Al, anak Siami, memang diintimidasi guru sehingga mau memberikan contekan. Namun, tim tidak menemukan cukup bukti sehingga Unas di SDN Gadel 2 perlu diulang. Alasannya tim independen tidak menemukan hasil jawaban Unas yang sistemik sama, dan nilai Unas pun hasilnya tidak sama. Al ternyata membuat contekan yang diplesetkan. Al tidak seluruhnya memberikan jawaban yang benar. Dan kawannya pun tidak sepenuhnya percaya dengan jawaban Al. Sehingga hasil ujian tidak sama.

Selain itu tim juga mempertimbangkan Unas ulang akan memberatkan siswa dan wali murid. Sanksi yang direkomendasikan yakni sanksi administratif dari Pemkot Surabaya kepada guru yang melakukan intimidasi kepada Al.

Berdasarkan temuan tim independen ditambah pemeriksaan Inspektorat Pemkot Surabaya itulah, Wali Kota Tri Rismaharini akhirnya mencopot Kepala Sekolah SDN Gadel 2 Sukatman dan dua guru kelas VI Fatkhur Rohman dan Prayitno.##

Rabu, 08 Juni 2011

SENYUM, Pembunuh Penyakit Kardiovaskuler


Sedemikian hebatnyakah pengaruh sunnah Rasul itu, hingga semakin banyak bukti ilmiah yang menerangkan keutamaan dari ajaran Rasulullah saw. Artikel mengenai hal ini saya dapat dari Rubrik Selaras yang terdapat di Majalah Ummi edisi N0. 2/XXIII/Juni 2011/1432 H. Edisi terbaru, saat tulisan ini di posting. Seperti apakah isinya? Simak yang berikut:

Senyum, Pembunuh Penyakit Kardiovaskuler
Oleh dr. Agus Rahmadi

Senyum merupakan sunnah bagi seorang muslim. Senyum membawa berlimpah manfaat, namun sayang banyak yang menyepelekan, bahkan meninggalkannya. Dari sisi ajaran Islam, senyum adalah sedekah. Artinya, ia memiliki kedudukan yang cukup mulia.

Berikut ini adalah hasil penelitian tentang manfaat senyum:
1. Senyum yang ikhlas tanpa paksaan dapat menghindarkan kita dari penyakit kardiovaskuler. Senyum sebanyak 20 kali –setiap senyum berdurasi 20 detik– dapat menghasilkan endorphin yang berfungsi melebarkan pembuluh darah dan menghambat epinefrin. Tingginya epinefrin akan menimbulkan penyempitan pembuluh darah dan merangsang gerak jantung lebih cepat sehingga dapat menyebabkan darah tinggi (hipertensi) yang berakibat pada timbulnya stroke.
2. Menimbulkan efek relaksasi, perasaan bahagia dan menurunkan tingkat stress.
3. Mencegah timbulnya sembelit (susah buang air besar). Pada pagi hari, gerak peristaltik usus masih lambat. Maka, senyum kita di pagi hari akan merangsang gerak usus akibat kontraksi otot perut yang ditimbulkan oleh senyum. Akhirnya, tekanan intra abdominal meningkat.
4. Marah atau stress dapat menghilangkan banyak kalium akibat kontraksi otot-otot. Akibatnya, si pemarah akan terkena hipokalemia (kadar kalium yang rendah dalam darah) dan dapat berakibat buruk pada sistem tubuh. Sedangkan orang yang tersenyum akan merelaksasikan ototnya sehingga dapat mereduksi (meminimalisir-edt) pengeluaran kalium. Fungsi kalium itu sendiri adalah meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kontraksi otot dan membantu tekanan darah.
Rasulullah saw adalah pribadi yang banyak tersenyum. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, “Aku tidak pernah melihat seseorang yang paling banyak senyumnya selain Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam,” (HR. Tirmidzi). ###

Subhanallah... ternyata luar biasa manfaat senyum secara ilmiah. Padahal, jamannya Rasulullah dulu kan nggak ada penelitian model begini. Memang, namanya juga pengetahuan yang dikaruniakan oleh Yang Maha Tahu, jadi nggak usah pake penelitian ya udah tahu. Kalau sekarang manusia dapat membuktikannya secara keilmuan, ya karena batas kemampuan manusia ya memang cuma demikian. Kemampuan nalar manusia baru bisa menemukan bukti-bukti manfaat senyum setelah sekian belas abad berlalu. Padahal, dengan modal iman dan yakin dengan ajaran Rasulullah saw, semuanya bisa mendapatkan manfaatnya. Alhamdulillah.... memang nggak akan pernah rugi, kok, kalau kita mau mengikuti sunnah nabi.

Belajar lagi, ah.... Biar bisa makin banyak sharing. Karena dengan membagi apa yang kita dapatkan, katanya, kita bisa semakin paham dan semakin mudah menjalankannya. Insya Allah....

.